Bibit Durian Musang King Magelang Jawa Tengah 56162
Bibit Durian Musang King Magelang Jawa Tengah 56162
Berbicara berkaitan durian, buah yang berikut sebagai salah satu model tanaman berwujud pohon. Tanaman ini berasal dari rimba di Malaysia, pulau Sumatera, dan Kalimantan di Indonesia.Penebaran durian melebar mengarah Barat di negara Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah ini telah diketahui di benua Asia yang pasti di Asia Tenggara sejak mulai era ke 7 Masehi. Waktu ini, kelezatan durian sudah diketahui hingga mancanegara, akan tetapi banyak pula yang tidak suka buah durian ini.
Kelezatan rasa ditambah daging buah yang lembut membuat daya tarik penting bagi buah durian. Tanaman ini mempunyai banyak sekali fungsi berwujud kandungan gizi yang lumayan tinggi dan punya faedah yang tinggi buat badan.
Kandungan yang ada pada durian yaitu karbohidrat, energi, protein, lemak, zat fosfor, kalium, asam, vitamin, folat dan mempunyai kandungan serat yang tinggi.
Selain memiliki kandungan gizi itu, buah durian pun|pula|juga} punya kandungan anti-oksidan yang baik buat badan supaya dapat menghambat radikal bebas yang menimbulkan kanker. Perlu dibudidayakan? pastinya.
Budidaya banyaknya varietas unggul ini tentu harus dilandaskan terkait cara penanaman yang baik dan benar, karena apabila ditanam secara asal-asalan, karena itu varietas unggul bakal membuahkan kualitas yang jelek saat dipanen nantinya.
Tersebut disini beberapa langkah perihal bagaimana caranya menanam tanaman buah durian yang benar serta baik.
Teknik menanam durian dari biji tentu punya keunggulan dan kekurangan tertentu. Keunggulannya adalah, tanaman bisa tumbuh dan berkembang semakin kuat, perakaran lebih bagus serta lebih kuat dari serangan hama serta penyakit.
Selain kelebihan, teknik menanam durian dari biji ternyata mempunyai sejumlah kekurangan, seperti periode pertumbuhan yang makin lama dan kualitas tanaman yang kadang sedikit tidak serupa dengan induknya.
Buat menanam bibit durian, memang ada dua sumber bibit yang bisa di ambil. Anda dapat memilih bibit yang merupakan hasil semaian atau bibit hasil cangkok.
Untuk menanam bibit durian, memang ada dua sumber bibit yang bisa di ambil. Anda bisa menentukan bibit yang merupakan hasil semaian atau bibit hasil cangkok.
Bagi Anda yang lebih sukai menanam durian dari biji dengan mandiri. Sebaiknya, biji durian disemai dulu pada media. Sebelum menanam, Anda tentu harus menyediakan media yang sama dengan keperluan durian.
Persiapan Media
Cara menanam durian tentu benar-benar ditetapkan oleh proses persiapan media yang tepat. Perihal ini dikarenekan media merupakan tempat tanaman mendapati nutrisinya.Oleh sebab itulah media penting diperhatikan dengan seksama. Dikarenakan, tanpa persiapan media yang baik, jadi perkembangan serta kemajuan tanaman durian akan terkendala.
Campurlah 1 polybag tanah dengan 0,5 kg GDM SaMe secara rata.
Semprotkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS di dalam tungku, lantas semprot rata di seluruhnya polybag. Ulangi sampai memenuhi dosis 10 kg/ha (100 polybag)
Tegaskan suhu udaranya sesuai dengan keperluan pertumbuhan biji, ialah 20-23 derajat celcius.
Tanam biji dalam posisi tertelungkup dengan jarak antar biji kira-kira 2 cm membujur dan 4-5 cm membujur.
Selesai biji ditanam di tanah, tutup kotak dengan plastik biar terbangun kelembapannya.
Kira-kira 2-3 minggu, biji dapat mengeluarkan akar. Saat itu plastik polybag dapat dibuka serta bibit bisa dipindah ke tempat luas.
Langkah Pindah Tanam Bibit Durian
Sebelum mengubah tanam bibit durian, sebaiknya butuh diambil bibit dengan keadaan yang sehat serta memiliki perkembangan yang bagus. Bibit yang ingin dipindahkan semestinya tumbuh setinggi 75-150 cm dengan usia 7-9 bulan.A. Persiapan Lahan
Sebelum bibit durian dipindahkan, sediakan dulu lahan tanamnya. Bersihkan tempat tanam dari bebatuan dan tanaman liar. Lalu bentuk bedengan secara mencangkul tanah sedalam 30 cm hingga gembur.
Kemudian, campur tanah dengan pasir dan GDM SaMe. Buat bedengan berukuran 1 x 2 mtr., tambahkan GDM SaMe dengan dosis 0,5 Kg/lubang tanam.
Semprotkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS per tangki dengan cara sama rata, dengan jumlah 10 kg/100 pohon/ha.
B. Penanaman
Sesudah lahan siap, bibit durian dapat ditanam dengan jarak tanam 8 x 8 m. Teknik penanamannya yaitu dengan membuat lubang tanam sedalam 30 cm, lantas tambahkan bibit yang siap tanam. Tutup dengan tanah.
Siram dengan 500 ml (dua gelas GDM Buah)/tangki, lalu semprotkan dengan sama rata di semua tanaman. Kerjakan, sampai penuhi jumlah 5 liter/ha/100 pohon.
C. Pemupukan Durian
Jangan meremehkan pentingnya pemupukan durian. Lantaran, tanpa pemupukan yang tepat, maka cara budidaya durian yang Anda kerjakan semestinya tidak dapat maksimum.
Pemupukan pada tanaman durian dikerjakan sejumlah 3 kali selesai jaman tanam. Pemupukan pertama dikerjakan waktu umur 0-2 tahun, 2-4 tahun, dan umur 4 tahun. Di bawah ini jumlah pemupukan durian awal/pertama yang dianjurkan.
Pemupukan Pertama (0-2 Tahun):
0,5 kg GDM SaMe/lubang tanam serta aplikasikan setiap enam bulan sekali dengan jumlah 50 Kg/ ha/100 pohon.
1 gelas air mineral/tungku GDM Black BOS. Lalu semprotkan secara merata di seluruh permukaan tanah sekitar tanaman. Kerjakan sampai penuhi jumlah 10 liter/ha/100 pohon. Mengulangi setiap 6 bulan sekali.
500 ml (dua gelas Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah per tungku, semprotkan secara rata keseluruh tanaman. Ulangilah pengaplikasian tiap 1-2 minggu.
D. Jarak Tanam Durian
Jarak tanam yaitu hal yang penting buat diperhatikan dalam menanam tanaman tahunan. Sebab, apabila jarak terlampau rapat, maka produktivitas tanaman jadi rendah. Sedangkan jika terlalu lebar, jadi hasil produksi yang dapat didapatkan petani cuma sedikit.
Jarak tanam yang direkomendasikan untuk tanaman durian ialah selebar 8 X 8 Meter. Jarak tanam tersebut merupakan jarak tanam yang bagus, agar tidak terlalu rapat serta tidak lebar.
E. Pindahan
Lubang tanam kembali lagi digali dengan ukuran yang lebih kecil, lebih kurang sebatas perakaran bibit. Lalu, pembungkus/polybag bibit dilepaskan lewat cara hati-hati serta dimasukkan ke dalam lubang sekedar sisi atas perakaran. Lalu, lubang kembali lagi ditutup dengan tanah galian.
F. Penyiraman
Sesudah bibit ditanam, pangkal bibit baiknya ditutup dengan jerami kering, setelah itu disiram air. Supaya bibit tidak layu, kasih naungan untuk melindungi bibit dari intensif cahaya matahari yang berlebihan. Setelah tanaman besar, tetap kerjakan penyiraman secara rutin.






Komentar
Posting Komentar